RANDEGAN — Setiap sudut pesantren selalu menyimpan cerita manis bagi para santri. Salah satunya adalah halaman depan Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamiy 2 Andalusia Putri.
Posisinya berada di paling depan asrama putri dan menghadap langsung ke pemandangan luar yang luas. Pemandangan ini membuat halaman tersebut menjadi tempat favorit santri untuk berkumpul pada sore hari.
Meskipun tempatnya tidak begitu luas serta sering terpapar panas dan hujan, suasana halaman ini tetap terasa nyaman. Halaman ini pun selalu ramai dengan berbagai kegiatan para santri.
Di sini, para santri putri jenjang Aliyah biasanya berkumpul untuk nderes, yaitu membaca dan menghafal kitab. Momen belajar ini mereka lakukan sebelum mengikuti pengajian (ngaos) malam bersama KH Zuhrul Anam (Abah Anam).
Suasana sore di halaman sederhana ini terasa sangat spesial bagi para santri. Pemandangan langit sore dan lantunan suara dari Pondok Salaf At-Taujieh Al-Islamiy membuat waktu belajar terasa makin tenang.
“Kalau sore di sini seru sekali, bisa lihat matahari terbenam yang syahdu diiringi suara azan dari masjid. Tapi sayangnya, kalau sudah sore kita tidak boleh lama-lama di halaman oleh pengurus,” tutur salah satu santri putri Andalusia.
Selain menjadi tempat mengaji pada sore hari, halaman ini menyimpan banyak cerita masa lalu. Dulu, sebelum orang tua boleh masuk ke area pondok saat jadwal kunjungan (sambangan), gerbang halaman inilah yang menjadi tempat santri bertemu dengan keluarganya.
Halaman ini juga punya cerita unik yang terus diingat, yaitu kejadian “gerbang copot”. Peristiwa itu terjadi karena santri putri sangat ramai dan berdesakan saat mengantre keluar menuju SMP untuk salat Iduladha.
Kini, penggunaan halaman disesuaikan dengan kebutuhan santri sehari-hari. Selain menyimpan banyak kenangan, halaman ini juga dipakai sebagai tempat pemilahan sampah oleh santri putri Andalusia supaya lingkungan pondok tetap bersih dan rapi.
