BANYUMAS — Pondok Pesantren Attaujieh Al Islamy 2 Andalusia yang berlokasi di Banyumas, menggelar pengajian rutin Ahad Pon sekaligus muhadharah ‘ammah bersama Syekh Mahmud Fathi Hijazi Al-Azhari dan putranya Syekh Mahmud Abdul Hamid Aly Yasin Guru Besar Balaghah dan Kritik Sastra Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Kegiatan rutinan yang diikuti oleh jamaah dari berbagai daerah berlangsung pada Minggu Pon (18/10/26) di aula putra Pondok Pesantren At-taujieh Al islamy 2.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penampilan seni dari grup hadroh pondok. Alunan sholawat yang dibawakan oleh para santri mengiringi prosesi kedatangan para tamu undangan serta jamaah yang memasuki area pengajian secara tertib.
Pengasuh Pondok Pesantren Attaujieh Al Islamy 2 Andalusia, KH. Zuhrul Anam Hisyam, hadir di lokasi acara yang disambut lantunan sholawat “Thola’al Badru ’Alaina” oleh seluruh jamaah serta para santri.
Pengajian rutin di pesantren ini secara umum mengkaji sejumlah literatur klasik, antara lain Kitab Fathul Wahhab, Lawaqihul Anwar, Khozinatul Asror, serta pembacaan Ratib Al-Haddad. Namun, pada pengajian kali ini, kajian difokuskan pada Kitab Fathul Wahhab bab haji dan dilanjutkan dengan pembacaan Ratib Al-Haddad.
Seluruh jamaah kemudian mengikuti pembacaan Ratib Al-Haddad secara berjamaah. Pembacaan dzikir dan doa bersama ini menjadi salah satu agenda yang rutin dilaksanakan yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan antara pengasuh, santri, dan masyarakat.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi muhadharah ‘ammah yang diisi oleh ulama asal Mesir, yakni Syaikh Prof. Dr. Fathi Abdurrahman Hijazi, Syaikh Mahmud Fathi Hijazi, dan Syaikh Mahmud Ali Yasin.
Dalam paparan materinya, Syaikh Fathi menekankan bahwa proses menuntut ilmu tidak cukup hanya bersumber dari lembaran kitab, melainkan harus diambil secara langsung melalui bimbingan ulama atau guru. Beliau merinci tiga rukun ilmu, yakni guru, pelajar (murid), dan kitab sebagai media penyambung di antara keduanya.
Di tengah sesi penyampaian materi, KH. Zuhrul Anam Hisyam memberikan penjelasan mengenai sistem penamaan hari-hari dalam kalender Jawa kepada Syaikh Fathi.
“Di Mesir tidak ada yang namanya Ahad Pon, Wage, bahkan Kliwon,” ucap KH. Zuhrul Anam Hisyam, yang disambut tawa oleh para jamaah di dalam aula.
Menjelang penutupan acara, Syekh Fathi menyampaikan pesannya mengenai pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu, yakni semata-mata karena Allah SWT. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama oleh Syekh Fathi dan abah Anam.
Semoga kehadiran para ulama di Andalusia membawa keberkahan, menambah khazanah keilmuan, serta menghadirkan manfaat bagi keluarga besar Andalusia dan masyarakat sekitarnya.
Oleh: Anisa Istiqomah
GALERI






