Suasana duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia dan SMA Islam Andalusia Kebasen. Kepala Sekolah tercinta, Drs. H. Dawud Buang, M.Pd.I, kini telah meninggal dunia pada hari Jumat, 25 September 2026. Beliau mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan sakit sejak bulan puasa lalu, sempat koma, hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Di sepanjang jalan menuju rumah duka, berjajar rapi karangan bunga belasungkawa. Banyak orang datang melayat dengan air mata yang menetes, melepas kepergian sosok yang telah setia menemani dan membimbing sekolah dari tahun 2015 sampai 2026.
Melihat ramainya orang yang datang melayat, terlihat betapa banyaknya orang yang menyayangi almarhum semasa hidupnya. Sejumlah tokoh penting dan pimpinan lembaga hadir mendampingi keluarga yang ditinggalkan. Terdapat H. Sunarto Arief (Ketua Yayasan Al Anwar Al Hisyamiyyah), Wahyudin S.Pd (Kepala SMA Andalusia), Drs. H. Dayono, M.M (Kepala SMP Islam Andalusia 1 Kebasen), dan Andri, S.Pd. Gr. (Kepala SMP Islam Andalusia 2 Kebasen). Tidak ketinggalan, para pengurus yayasan, perwakilan santri, saudara, sampai teman-teman dekat almarhum ikut memadati rumah duka.
Prosesi penghormatan terakhir untuk Mbah Dawud, sapaan akrab almarhum, terasa sangat tenang dan menyentuh hati. Upacara pemakaman dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, KH. Zuhrul Anam Hisyam, ditemani Ibu Hj. Rodliyah Ghoro Maemon. Selain itu, hadir juga utusan dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, Syaikh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin. Perjalanan rombongan takziah dari pondok pesantren menuju rumah kediaman almarhum sendiri memakan waktu sekitar satu jam, diiringi doa yang terus mengalir dari para pelayat sepanjang jalan.
Di tengah suasana sedih itu, KH. Zuhrul Anam Hisyam menceritakan kenangan beliau tentang sosok almarhum sekaligus menyampaikan rasa terima kasih yang amat mendalam atas dedikasi almarhum selama hidupnya. Beliau mengenang Mbah Dawud sebagai orang yang sangat lembut dan sayang kepada siapa saja.
“Drs. H. Dawud Buang ini orangnya lemah lembut dan hatinya mudah tersentuh. Beliau telah membersamai kami selama 10 tahun, kami sangat berterima kasih atas seluruh kebaikan dan pengabdian beliau,” kata KH. Zuhrul Anam Hisyam dengan suara pelan.
Selain mengenang kebaikan almarhum, KH. Zuhrul Anam Hisyam juga memberikan hiburan dan penguat untuk keluarga serta para pelayat. Beliau mengingatkan tentang bahagianya orang yang meninggal di hari Jumat. Seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW:
مَـا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ تَعَالَى فِتْنَةَ الْقَبْرِ
“Tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. al-Tirmidzi)
Momen penuh berkah itu kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Syaikh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin.
Kalau melihat ke belakang, perjuangan almarhum melawan penyakitnya memang cukup lama. Salah seorang cucu almarhum menceritakan kalau kesehatan Mbah Dawud mulai menurun sejak beberapa bulan lalu.
“Mbah Dawud ini sebenarnya sudah sakit dari bulan puasa lalu, sempat koma hingga akhirnya tak sadarkan diri,” kata sang cucu. Walaupun masih tidak menyangka, pihak keluarga berusaha tetap ikhlas supaya perjalanan almarhum menghadap Allah SWT berjalan lancar dan tenang.
Mengingat kembali cerita dari para siswa SMA Islam Andalusia Kebasen, ada banyak kenangan sederhana yang susah dilupakan. Almarhum dikenal sangat ramah dan dekat dengan para muridnya. Salah seorang siswa menceritakan kebiasaan lucu dan baik dari sang Kepala Sekolah.
“Saya masih teringat Pak Dawud kalau sedang bikin vlog di depan sekolah. Beliau sangat ceria dan baik sekali, bahkan saya pernah diberi pisang rebus oleh beliau,” katanya sambil menahan tangis.
Kini, langkah dan tawa ceria Drs. H. Dawud Buang, M.Pd.I memang sudah tidak bisa dilihat lagi di sekolah. Tapi kebaikan, keramahan, dan perhatian kecil seperti memberi pisang rebus di pagi hari akan selalu diingat. Kepergian beliau meninggalkan rasa kangen yang mendalam, sekaligus pelajaran hidup bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia dan SMA Islam Andalusia Kebasen.

