BANYUMAS — Aula Pusat Putra Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia dipadati oleh seluruh santri pada Sabtu (17/10/2026). Suasana khidmat dan penuh antusiasme mewarnai jalannya acara Muhadloroh ‘Amah yang menghadirkan ulama ternama, Syekh Mahmud Fathi Hijazi.
Dalam kuliah umum ini, Ia mengusung tema yang sangat krusial bagi generasi muda, yaitu “Bahasa Arab di Era Digital: Tantangan, Kesempatan, dan Masa Depan Pemuda”.
Mengawali amanatnya, Syekh Mahmud Fathi Hijazi menegaskan ikatan keilmuan dan spiritual yang mendalam antara dirinya dan para santri. Ia menyampaikan sebuah kutipan berharga
“ليس هناك علاقة بين أستاذ ومريد، ولكن العلاقة هي بين الشيخ والمريد”
Artinya:
“Tidak ada hubungan sebatas antara dosen dan mahasiswa, melainkan hubungan hakiki antara seorang Syekh dan Muridnya”
Pernyataan ini menekankan bahwa hubungan di pesantren bukan sekadar transfer ilmu akademis, melainkan ikatan batin dan sanad keilmuan yang terus bersambung.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Syekh Mahmud berpesan agar para santri senantiasa bijak dan berhati-hati dalam menggunakan ponsel pintar (Handphone). Penggunaan handphone harus diarahkan sepenuhnya untuk kebaikan diri sendiri serta kemaslahatan umat. Terkait hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI), beliau menyampaikan bahwa santri memang diperbolehkan memanfaatkannya, namun tidak boleh bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut.
Sebaliknya, santri dituntut untuk tampil sebagai kreator yang aktif membenarkan dan mengoreksi berbagai kesalahan informasi pada sistem AI sebelum mengunggahnya kembali demi kepentingan publik.
Syekh Mahmud mengingatkan agar para santri jangan hanya menjadi penikmat atau konsumen teknologi belaka, melainkan harus menjadi kreator yang memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas. Semangat ini diharapkan dapat mendorong santri Andalusia untuk mewarnai ruang digital dengan konten-konten keislaman yang sahih dan edukatif.
Sebagai langkah konkret dalam membiasakan bahasa Arab di era digital, Syekh Mahmud Fathi Hijazi memberikan empat nasihat praktis bagi seluruh santri.
Pertama, Syekh Mahmud Fathi Hijazi mengimbau santri untuk mengubah pengaturan bahasa pada ponsel menjadi bahasa Arab
إجعل هاتفك باللغة العربية
Kedua, aplikasi-aplikasi yang ada di dalam ponsel juga hendaknya dijalankan dalam bahasa Arab
تطبيق باللغة العربية أيضاً
Ketiga dan keempat, berfokus pada kebiasaan berinteraksi di ruang digital sehari-hari. Syekh Mahmud meminta para santri untuk selalu membiasakan diri mengetik dan menulis pesan di HP menggunakan bahasa Arab اكتب دائماً باللغة العربية
serta menggunakan bahasa Arab ketika memberikan apresiasi berupa likes maupun tanggapan komentar di media sosial.
Langkah-langkah kecil ini dinilai sangat efektif untuk membangun ekosistem berbahasa Arab secara alami di lingkungan santri.
Syekh Mahmud juga menegaskan bahwa bahasa Arab bukanlah bahasa kuno atau sekadar bahasa sejarah masa lalu dengan menyampaikan kalimat kunci yang patut dijunjung tinggi:
“لأن اللغة العربية ليست لغة الماضي فحسب، بل اللغة العربية هي لغة الماضي والحاضر والمستقبل”
Artinya:
“Karena bahasa Arab bukan hanya bahasa masa lalu, melainkan bahasa Arab adalah bahasa masa lalu, masa kini, dan masa depan”.
Pesan ini membakar semangat para santri untuk bangga dan konsisten mendalami bahasa Al-Qur’an tersebut.
Sebagai penutup, Syekh Mahmud Fathi Hijazi mengajak seluruh santri Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia untuk menguasai bahasa Arab sebaik mungkin melalui tiga pilar utama penguasaan bahasa.
Tiga pilar tersebut adalah membenahi dan meningkatkan cara menulis (kitabah), memperlancar serta memperdalam bacaan (qira’ah), dan mengasah kemampuan menyimak (istima’). Rangkaian acara Muhadloroh ‘Amah ini kemudian diakhiri dengan doa bersama yang membawa kehangatan dan motivasi baru bagi seluruh santri.
GALERI






