PURWOKERTO – Sebanyak empat reporter Kompas Walimah mengikuti Workshop Kepenulisan Reportase yang diadakan oleh bilfest.id. Mereka berempat adalah Mujiburrohman, Mahbub ‘Atoillah, Muhammad Silki Akhila, dan Muhammad Fatih Fauzan, Kegiatan workshop ini salah satu rangkaian acara dari Festival Banjoemas Heritage Week 2026 yang berlokasi di Hetero Space Banyumas, Sabtu (12/9/2026).
Workshop penulisan ini juga diisi oleh dua pemateri yaitu Rahmi Wijayanti selaku founder bilfest.id, dan Fikri Kuncen selaku kepala redaksi bilfest.id.

Acara dibuka dengan penjelasan penjelasan jurnalistik mendasar memalalui cerita Rahmi untuk mengetahui apa yang kita sukai, karena tulisan yang berdasarkan suka maka akan mempunyai rasa yang berbeda dengan tulisan lainnya.
Menurut Rahmi, jurnalistik itu tersusun dari 3 hal sederhana yaitu:
- Jurnalistik dimulai dari ketertarikan dan dimulai dengan pertanyaan yang melahirkan 5W + 1H. Namun harus digaris bawahi bahwa pertanyaan itu tidak akan bisa tanpa ada rasa di dalamnya.
- Jurnalistik adalah sebuah induk yang bisa melahirkan ide-ide lain.
- Jurnalistik adalah sesuatu yang membuat kita melihat informasi dan mengolahnya kedalam pikiran kita yang melahirkan sebuah ide ataupun tulisan.
“Filosofi jurnalistik adalah melihat apa yang kita sukai dan kita ubah menjadi suatu tulisan yang disebarkan ke orang lain” Ujar Rahmi seraya menjelaskan kepada peserta.
Rahmi sekaligus owner dari penerbit Omera, juga menyatakan bahwa workshop kepenulisan reportase ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang literat. “Jika seseorang menulis buku dan pembacanya juga menulis maka. bagaikan peradaban Andalusia dulu yang maju karena literasinya berkembang dengan sangat luar biasa.” Ujar Rahmi seraya menjelaskan kepada para peserta.
Acara ini sangat penting untuk pembelajaran reporter kompas walimah, demi membangun ekosistem kepenulisan di Ma’had Aly menguat. Maka Para reporter bertekad membangkitkan semangat literasi di bumi Andalusia Hibbana hingga menjadi peradaban maju seperti era Dinasti Andalusia dahulu.
Penulis: Mujiburrohman
