BANYUMAS – Suasana haru dan sedih akan keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Kebasen, Banyumas. Sebanyak 20 santri resmi dilepas untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
Acara pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren KH. Zuhrul Anam Hisyam, Ketua Yayasan Bapak Sunarto Arif, keluarga ndalem, utusan resmi dari Universitas Al-Azhar Mesir Syaikh Mahmud Ali Yasin Al-Azhari, serta segenap santri dan para orang tua/wali murid.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Yayasan, Bapak Sunarto Arif, yang memberikan arahan serta dorongan semangat bagi para santri yang akan merantau. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan nasehat dari Pengasuh, KH. Zuhrul Anam Hisyam.
Gus Anam mengingatkan para santri untuk bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu di Mesir nanti.
“Belajarlah merantau di negeri lain. Bahwasanya beberapa kitab-kitab yang kita pelajari saat ini sebagian besar berasal dari Mesir. Maka bersungguh-sungguhlah kalian belajar di sana agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan pulang membawa ilmu yang bermanfaat,” pesan KH. Zuhrul Anam Hisyam.
Sebelum pemberangkatan, Abah Anam juga memimpin tradisi amalan pesantren.
“Dulu saya diberi dawuh oleh Mbah Hisyam, bahwasanya jika seseorang akan pergi jauh, maka dibacakan Al-Fatihah sebanyak 41 kali. Konon, jika berangkat dengan bacaan Fatihah 41 kali, maka akan balik dalam keadaan selamat,” lanjut beliau.
Setelah pembacaan Al-Fatihah 41 kali, doa keberkahan dipimpin langsung oleh Syaikh Mahmud Ali Yasin Al-Azhari. Suasana semakin sakral ketika lantunan azan dikumandangkan oleh santri Andalusia tradisi khas pesantren setempat sebagai bentuk penghormatan dan doa saat melepas seseorang yang akan menempuh perjalanan jauh.
Salah satu calon mahasiswa Mesir (masisir), Muhammad Fairuzzabadi, mengungkapkan rasa haru dan tidak menyangka impiannya untuk menuntut ilmu di Al-Azhar akhirnya terwujud.
“Perasaannya deg-degan, mungkin masih tidak percaya akhirnya bisa berangkat ke Mesir. Pastinya saya akan sangat rindu dengan Andalusia, terutama suasananya, terlebih lagi pada guru saya, Abah Anam,” ungkap Fairuz.
Puncak acara pelepasan diakhiri dengan sesi foto bersama 20 santri beserta para masyayikh, dilanjutkan dengan prosesi mushafahah (bersalaman dan bersungkem meminta doa restu) yang diwarnai isak tangis haru dari para santri dan keluarga.
Penulis: Nurul Khabibah Al-Kharis
Santri-santri yang melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir


Sumber: Media Pondok Andalusia Hibbana
