Ustadz Za’imuddin Dosen Pendamping UKM Mahad Aly Andaluisa Bidang Mutarjim
Belakangan ini, mudah saja mengakses teknologi yang membantu kita untuk menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya. Tetapi, menerjemahkan bahasa juga memerlukan pemahaman konteks yang merupakan kelebihan dari sentuhan manusia. Itulah sebabnya, seorang Interpreter (juru bahasa) masih banyak dibutuhkan hingga saat ini.
Menjadi seorang juru bahasa tidaklah mudah. Karena ia tidak dapat menggunakan kamus atau referensi lainnya selama proses pengalihan pesan atau bahasa. Sehingga ia menerjemahkannya secara langsung. Juru bahasa memiliki waktu yang sangat terbatas untuk memproses informasi yang terdengar. Selain itu, seorang juru bahasa perlu memepertimbangkan siapa pendengar sasarannya. Bukan hanya itu, seorang Interpreter juga harus mampu mengidentifikasi makna yang tersirat dalam raut wajah, intonasi, dan bahasa tubuh pembicara.
Dalam wawancara kami terhadap Ustadz Za’imuddin yang menjadi juru bahasa Prof. Muhammad Salim Abu Ashi Al-Azhary dalam kunjungannya ke Ma’had Aly Andalusia pada Jumat, 20 September 2024 lalu, beliau memberikan tips-tips ampuh untuk menjadi seorang Interpreter handal. Beliau menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang juru bahasa yang mumpuni, kita harus menguasai beberapa kecakapan, diantaranya:
- Kecakapan yang pertama adalah kemampuan Memahami.
Mampu memahami artinya mampu mengerti apa saja yang disampaikan oleh sang pembicara. Memahami isi adalah hal yang sangat penting dan krusial. Karena untuk bisa menyampaikan kembali hal-hal yang disampaikan pembicara, kita harus benar-benar memahami isinya terlebih dahulu.
- Kecakapan yang kedua adalah kemampuan Meringkas.
Meringkas artinya menyingkat atau memendekkan teks atau materi informatif tanpa mengorbankan substansi atau makna dari informasi tersebut. Meringkas di sini bukan sekedar pengurangan kata-kata, melainkan inti dari pesan yang ingin disampaikan. Ini melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi poin-poin utama, argumen, atau ide-ide kunci yang terdapat dalam informasi asli. Dalam proses meringkas ini, diperlukan pemahaman mendalam terhadap materi sumber.
- Kecakapan yang ketiga adalah kemampuan Menyampaikan.
Mampu menyampaikan kembali materi yang diutarakan pembicara menggunakan bahasa sendiri adalah keterampilan yang penting dimiliki oleh seorang Interpreter. Dimana kemampuan komunikasi dan publicspeaking sangat diperlukan dalam hal ini. Kemampuan Menyampaikan di sini berarti kemampuan berbicara efektif di depan publik dengan lugas dan mudah dipahami.
“Ini tiga hal yang berbeda, tiga keahlian, kecakapan yang berbeda-beda. Kadang ada orang yang mampu memahami, tapi dia kesulitan untuk meringkas. Karena kalo sekedar paham, tapi tidak diringkas, sulit juga ketika menyampaikan.” Ujar Ustadz Za’imuddin kepada Mirwan Fadlullah (20/9/24) setelah acara DaurohI lmiyyah bersama Syaikh Muhammad Salim Abu Ashi Al-Azhary di Ma’had Aly Andalusia kemarin.
Demikian adalah 3 tips yang bisa kita terapkan untuk mengembangkan keahlian kita untuk menjadi Interpreter yang handal.
Penulis : Ulinnuha Muwafaqoh Khoiriyah