BANYUMAS – UKM Jurnalistik & Literasi Ma’had Aly Andalusia menggelar acara Bedah Kitab Al-Arba’in Al-Qur’aniyyah pada hari ini, Sabtu (29/8/2026).
Sesi ilmiah yang berlangsung di Auditorium Ma’had Aly Andalusia ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh anggota UKM jurnalistik
Sesi kajian inti menghadirkan langsung penulis kitabnya, Ustadz Ishom Abdussalam.
Tokoh pendidik kelahiran Jepara, 18 Februari 1988 ini merupakan Pembina Yayasan Republik Cahaya Foundation, Pengasuh Pondok Madinatun Nur Purwokerto, sekaligus pendiri Majelis Peradaban yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai pesantren dan kampus Islam.
Kegiatan ini memperlihatkan keunggulan Ma’had Aly Andalusia dalam menjaga kebebasan ruang akademik dan ruang ide pengetahuan. Kampus memberi wadah belajar yang seimbang, memadukan tradisi keagamaan pesantren dengan analisis akademis secara rasional, terbuka, dan inklusif.
Membuka pemaparannya, Ustadz Ishom menceritakan pengalaman pribadinya saat pertama kali mengenal lingkungan tempat belajar ini. Beliau mengaku baru mengetahui Dusun Leler setahun yang lalu ketika sedang mencari informasi untuk melanjutkan jenjang kuliahnya.
“Bentuk tirakat santri dan mahasiswa yang paling unggul adalah rajin membaca serta pandai mereduksi inti sari dari setiap pelajaran ,” ujar Ustadz Ishom Abdussalam di tengah pemaparannya mengenai pentingnya tradisi membaca.
Beliau menjelaskan bahwa kitab Al-Arba’in Al-Qur’aniyyah yang terbit pada tahun 2023 tersebut ditulis untuk membantu umat dalam memahami Al-Qur’an secara mendalam.
Meski memakai nama Al-Arba’in (empat puluh), isi di dalamnya memuat 80 poin pembahasan, yang terdiri atas 40 hadis dan 40 ayat Al-Qur’an.
Ustadz Ishom menekankan bahwa berpikir merupakan sasaran utama untuk mendapatkan pengetahuan, sebab perubahan besar selalu bermula dari cara berpikir (mindset).
Mengutip pemikiran Carl Gustav Jung, beliau mengingatkan bahwa kehidupan yang sebenarnya baru dimulai pada usia 40 tahun, sedangkan masa sebelumnya hanyalah sebuah tahap riset.
“Perubahan diri dan peradaban selalu dimulai dari pola pikir. Ketika mahasantri terbiasa berpikir kritis terhadap berbagai persoalan, hal yang awalnya memicu rasa jengkel dapat berubah menjadi rasa simpati,” tegas Ustadz Ishom Abdussalam.
Melalui bekal literasi dalam kitab Al-Arba’in Al-Qur’aniyyah, peserta diajak untuk memahami 10 mindset Qur’ani demi menyongsong Indonesia Emas 2045, yaitu:
- al-ta’allum (terus belajar)
- al-i’tidal (objektif/lurus)
- al-’izzah (percaya diri)
- al-muntij (produktif)
- ulummul himmah (bercita-cita besar)
- ash-syaja’ah (berani)
- al-ihtimam bil bi’ah (peduli lingkungan)
- al-musahamah (kontributif)
- al-ihsan (excellent)
- at-ta’awuniyyah (kolaboratif).
Dalam 10 mindset ini mengajak kepada mahasantri Andalusia sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda yang cerdas, mandiri, dan berakhlaq.
Penulis : Anisa Istiqomah
