Banyumas, Sabtu , 8 Februari 2025 . Ma’had Aly Andalusia menggelar kegiatan rutinan setiap malam minggu dengan format baru yang lebih interaktif dan melibatkan seluruh mahasantri, menggantikan format Debat Qonun yang sebelumnya diterapkan. Kegiatan ini langsung diinisiasi dan dipantau oleh para dosen, yakni Ustadz Masriyanto dan Ustadz Ridho, yang ingin memastikan bahwa setiap peserta benar-benar berlatih berbicara dalam bahasa Arab secara aktif.

Kali ini, konsep yang diusung bukan lagi perdebatan yang hanya didominasi oleh segelintir orang, melainkan Muhadasah, di mana semua wajib berbicara, semua harus terlibat, dan semua berproses bersama. Aula Ma’had Aly dipenuhi oleh mahasantri yang duduk berpasangan, masing-masing berdiskusi dalam bahasa Arab sesuai judul yang telah ditentukan oleh panitia. Topik yang diangkat pada sesi perdana ini adalah:



“Lebih utama mana, bekerja atau melanjutkan pendidikan setelah lulus dari Ma’had Aly Andalusia?”
Dengan senjata mufrodat yang mereka kuasai, setiap pasangan dipersilakan berbincang sebisa mungkin, menggali argumen dari berbagai sudut pandang. Ada yang lancar berbicara tanpa ragu, ada yang sesekali terdiam mencari kata yang tepat, dan ada pula yang saling bertanya tentang mufrodat yang belum mereka pahami Tak hanya berbicara bebas, para dosen juga berkeliling, siap membantu kapan saja jika ada mahasantri yang kesulitan menemukan kosakata yang sesuai. Diskusi kecil ini menciptakan suasana yang hidup, penuh interaksi, dan jauh lebih efektif dibanding format sebelumnya.


Setelah sesi percakapan kelompok selesai, tantangan berikutnya pun tiba: dua perwakilan dari setiap semester harus maju ke depan dan mempraktikkan percakapan mereka di hadapan seluruh mahasantri. Suasana seketika berubah. Yang tadinya sibuk berbicara dengan pasangan masing-masing, kini semua mengalihkan perhatian ke tengah aula. Ketika setiap 2 orang dari perwakilan kelas maju, berdiri di depan, memegang mikrofon, lalu mulai berdialog dengan bahasa Arab seperti yang mereka latih sebelumnya. Beberapa tampil dengan penuh percaya diri, sementara yang lain tampak masih ragu-ragu, namun tetap berusaha.



Setiap percakapan yang tersampaikan dengan lancar disambut tepuk tangan dari teman-teman. Bahkan, ada beberapa momen lucu dan spontan, ketika ada yang tersendat mencari kosakata, membuat suasana semakin cair dan menyenangkan. Setelah semua perwakilan maju, tahap berikutnya adalah setoran mufrodat. Setiap mahasantri menyetorkan daftar mufrodat yang telah mereka hafalkan , mufrodat yang disetorkan merupakan mudrodat dari panitia, baik itu isim maupun fi’il yang berkaitan langsung dengan judul diskusi.

Proses setoran ini bisa langsung ke dosen, atau melalui tim Abnaul Lughah yang sudah ditugaskan di setiap kelas. Dengan cara ini, setiap mahasantri tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga memperdalam perbendaharaan kosakata mereka, sehingga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat secara menyeluruh.
Dari awal hingga akhir, Muhadasah perdana ini berjalan jauh lebih ramai dan partisipatif dibandingkan kegiatan sebelumnya. Jika dulu hanya orang-orang tertentu yang aktif bicara, kini semua mahasantri terlibat langsung, tanpa ada yang hanya duduk diam menonton. Para dosen pun melihat hasil yang cukup positif. Dengan metode ini, bukan hanya keberanian berbicara yang meningkat, tetapi juga pemahaman bahasa Arab yang semakin kuat.
Kegiatan dimulai dari jam 19.00 hingga pukul 21.00 . Kegiatan ini benar-benar menjadi gebrakan baru, menjadikan Muhadasah sebagai wadah terbaik untuk belajar bahasa Arab secara alami dan menyenangkan. Melihat kesuksesan sesi perdana ini, Ma’had Aly Andalusia optimis bahwa kegiatan ini akan menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan kemampuan bahasa Arab para mahasantri di masa depan.
- Dalami Sastra Arab, Mahasantri Sanah 2 Ma’had Aly Andalusia Presentasikan Kisah Dari Kitab Kalilah wa Dimnah
Banyumas — Dalam rangka memperdalam kemampuan bahasa dan sastra Arab serta mengestafetkan pendalaman terhadap kitab turats atau yang biasa disebut kitab kuning, mahasantri Sanah 2 Ma’had Aly Andalusia memperdalam hal… - Keberkahan Haul Mbah Hisyam Zuhdie Ke-33, Menjadi Daya Tarik Masyarakat
BANYUMAS — Suasana di Pondok Pesantren Attaujieh Al Islamy Leler, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terasa tak seperti biasanya,hari yang meriah pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan pada hari… - Momentum Pengingat Jiwa dalam Khidmatnya Perayaan Maulid dan Haul Ke 33 KH. Hisyam Zuhdie
Suara tabuhan rebana menyambut hangat siapa pun yang mendekatinya. Semerbak bukhur menguar di antara para santri yang ada di dalam aula. Malam itu, bukan hanya peringatan di tanggal Hijriah semata,… - Menjemput Indonesia Emas dengan 10 Mindset Qur’ani
BANYUMAS – UKM Jurnalistik & Literasi Ma’had Aly Andalusia menggelar Bedah Kitab Al-Arba’in Al-Qur’aniyyah pada Sabtu (29/8/2026) di Auditorium Ma’had Aly Andalusia, Leler, Banyumas. Tepat seusai jam istirahat, kegiatan tersebut… - Catatan dari Kursi Audiens: Mengurai 10 Mindset Qur’ani untuk Indonesia Emas 2045
Banyumas – Suasana Auditorium Ma’had Aly Andalusia terasa begitu khidmat sekaligus membakar semangat para peserta yang hadir dalam agenda Bedah Kitab Al-Arba’in Al-Qur’aniyyah. Acara ini menghadirkan narasumber utama Ustadz Ishom…
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id.
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
#santrilelermendunia #ponpesattaujieh2





