Akhir-akhir ini, FYP kita sering dihuni makhluk baru: Dontol.
Cowok imut, ngambekan, sensitif, dan penuh overthinking.
Yang kadang bikin kita mikir:
“Wah, ini kayak temen kita… atau malah kita sendiri?”

Lalu kita sadar, Kita hidup di era di mana galau bukan cuma dirasakan—tapi dipamerkan.
Tangis dijadikan konten, luka dijadikan puisi, dan kesedihan dipoles pakai preset Lightroom warna jingga senja.
Lalu lahirlah satu tokoh yang makin sering kita lihat di explore:
“Soft boy.”
Manusia yang sensitif, lembut, puitis, tapi kadang terlalu nyaman hidup dalam awan kelabu.
Bukan karena gak bisa move on, tapi karena sedihnya sudah jadi branding.
Galau bukan lagi fase—tapi persona.
Dari Feeling ke Feed
Dulu, orang sedih cari ketenangan.
Sekarang, orang sedih cari caption.
Tangisnya bukan buat Tuhan, tapi buat views.
Bukan buat sembuh, tapi biar “relate banget” kata followers.
Padahal Nabi SAW pernah berdoa:
“اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ
“Ya Allah, aku berlindung dari hati yang gak khusyuk dan jiwa yang gak pernah puas.”
(HR. Muslim)
Dari hadis di atas kita tahu bahwa berlindung Bukan cuma tentang iman, tapi juga tentang kesehatan batin.
Karena kalau sedih terus disimpan dan dirawat kayak tanaman hias,
bisa-bisa tumbuh jadi toxic yang kita pelihara sendiri.


Menangis Itu Wajar. Tapi Jangan Dijadikan Konten Series.
Islam gak pernah melarang nangis.
Nabi pun nangis. Para sahabat pun menangis.
Tapi mereka menangis dalam doa. Dalam sujud. Dalam zikir.
Bukan di feed 24 jam dengan backsound Tulus.
Yang bahaya itu ketika galau diabadikan.
Ketika kita lebih senang bercerita ke publik,
daripada mengadu kepada Allah.
Lalu kita bilang, “Aku butuh didengar.”
Tapi lupa: Allah tuh Maha Mendengar.
Gak butuh sinyal. Gak perlu validasi.
Soft boy itu bukan aib. Lembut itu bukan salah.
Tapi jangan sampai semua luka dijadikan gaya hidup.
Jangan sampai kelembutan berubah jadi pelarian dari kenyataan.
Lihat Sayyidina Abu Bakar: hatinya selembut kapas,
tapi tetap kokoh memimpin umat pas Nabi wafat.
Lihat Sayyidina Umar: wajahnya garang,
tapi bisa menangis sendirian karena satu ayat.
Intinya bukan soal jadi keras atau lembek.
Tapi soal bisa ngadepin hidup, tanpa terus-terusan berlindung di balik quotes Instagram.
Boleh Galau. Tapi Jangan Betah.
Hidup tuh gak harus ceria terus.
Kadang kita memang perlu sepi, perlu sejenak mewek.
Tapi bukan berarti tinggal di sana selamanya.
Karena sedih itu kayak hujan—boleh datang,
tapi jangan dijadikan tempat tidur.
Allah berfirman:
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
(QS. Al-Insyirah: 8)
Galau boleh. Nangis wajar.
Tapi healing terbaik bukan di playlist sedih,
bukan di kopi literan,
apalagi di story yang minta dikasihani. Tapi di dzikir. Di doa. dan di pelukan sajadah.
- Syekh Fathi Abdurrohman Hijazi Hadiri Khotaman Khowajikan di Leler Andalusia, 1.200 Ikhwan Memadati Zawiyyah
LELER, BANYUMAS — Kegiatan Khotaman Khowajikan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Mujaddidiyah Leler Andalusia berlangsung khidmat di Gedung Zawiyyah Naqsyabandiyah, Leler, Banyumas, Rabu malam (21/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Prof. Dr. Syekh Fathi… - SANTRI ANDALUSIA PEDULI KARHUTLA
BANYUMAS – Pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, Pondok Pesantren Attaujieh Al-Islamiy 2 Andalusia mengadakan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Diikuti oleh ribuan santri, perlombaan ini menjadi pengingat… - Wisuda ke 3 Ma’had Aly Andalusia. Gus Anam Tulis Syi’ir Khusus Untuk Wisudawan Begini Bunyinya…
BANYUMAS – Pada hari Senin, 19 Oktober 2026, sebanyak 38 mahasantri Ma’had Aly Andalusia resmi mengikuti prosesi wisuda gelar Sarjana Sastra Arab (S.S.A) di Leler. Prosesi Wisuda Ke-3 ini menjadi… - Wisuda Bukan Akhir Proses Belajar. Syekh Fathi Al Azhariy Beri Peringatan Menohok!
BANYUMAS — Ma’had Aly Andalusia kembali menggelar prosesi Wisuda Ke-3 pada Senin (19/10/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan para mahasantri dalam menyelesaikan masa pendidikan, tetapi juga awal perjalanan… - Momen Bangga Wisuda ke-3 Ma’had Aly Andalusia: Apresiasi Khusus untuk Para Lulusan Terbaik
Sebanyak 38 mahasantri resmi mengikuti prosesi wisuda ke-3 Ma’had Aly Andalusia dengan khidmat. Prosesi diselenggarakan sebagai apresiasi atas keberhasilan para santri dalam menuntaskan studi. Momen ini dihadiri oleh Syaikh Prof.…
Berita Terkini Seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas !!!
Dapatkan update terbaru dan informasi menarik lainnya seputar Ma’had Aly Andalusia Leler Banyumas hanya di website resmi kami: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan berbagai artikel yang inspiratif dan bermanfaat tentang kehidupan akademik, program pendidikan, kegiatan santri, dan berbagai info penting lainnya. Segera kunjungi situs official Ma’had Aly Andalusia untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda!
follow Media Sosial





