Warung pada umumnya identik dengan tempat singgah untuk sekadar makan, minum, atau membeli kebutuhan harian. Namun, konsep sederhana tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi Warung Biru Bu Indi.
Setidaknya bagi para mahasantri Ma’had Aly Andalusia, warung yang terletak tepat di depan kampus ini memiliki makna tersendiri yang jauh lebih dari sekadar tempat transaksi jual beli.
“Warung Biru emang beda dari yang lainnya. Bagi kami, ya warung ya tempat diskusi,” ujar Fatih (21), salah satu mahasantri yang kerap menghabiskan waktu istirahatnya di sana.
Suasana santai di Warung Biru memang menjadi magnet tersendiri bagi para santri putra. Tak jarang, perdebatan hangat mengenai literatur pesantren hingga isu-isu kontemporer tercipta di atas meja makan, berpadu riuh dengan denting gelas dan sendok. Aktivitas intelektual ini mengalir alami tanpa sekat formalitas ruang kelas.
Selain menyajikan tempat berdiskusi yang nyaman, menu yang ditawarkan Warung Biru terbilang sangat lengkap. Mulai dari aneka hidangan berat untuk mengganjal perut, kudapan ringan, hingga bermacam pilihan minuman hangat dan dingin tersedia untuk memanjakan lidah para pembelinya.
“Warung Biru ini sangat membantu seluruh santri, khususnya mahasantri putra. Sebagian besar dari kami tidak sempat sarapan sebelum berangkat kuliah. Adanya warung ini sangat membantu untuk mengganjal perut. Pilihan makanan dan minumannya beragam, harganya pun relatif murah dibanding warung lain,” ujar Ahmad Dahlan (21),
mahasantri lain yang turut meramaikan suasana warung.
Keberadaan warung ini seolah telah bertransformasi menjadi titik temu utama bagi seluruh civitas akademika.
“Jadi Warung Biru ini juga semacam tempat transitnya keluarga besar Ma’had Aly. Dosen juga beberapa sering mampir, sekadar pesan kopi atau es sambil menyapa para santri,” tambah Hibaturahman (20) menjelaskan keakraban yang terjalin di sana.
Menariknya, peran Warung Biru tidak berhenti pada urusan perut dan tempat nongkrong semata. Warung ini juga menyediakan layanan laundry yang sangat membantu menjaga kebersihan pakaian para santri di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan kegiatan pesantren.
Oleh: Toyib
