LELER – Syekh DR. Ahmed Muhammad Sa’ad Al-Azhariy mengunjungi Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamiy 2 Andalusia, Selasa (6/10/2026). Pendiri Ihsan Institute Inggris tersebut hadir untuk mengisi acara muhadhoroh ‘ammah di hadapan para santri. Kegiatan ilmiah ini berlangsung sangat khidmat di Auditorium Ma’had Aly Andalusia sejak sore hari.
Ribuan santri memadati area lokasi acara untuk mendengarkan ceramah secara langsung. Para santri hadir memenuhi seluruh sudut ruangan auditorium Ma’had Aly. Seluruh peserta tampak antusias menyimak materi penting yang disampaikan oleh ulama internasional tersebut.
Pengasuh pesantren KH. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) memberikan sambutan secara singkat dan padat. Gus Anam sengaja membatasi durasi sambutan agar alokasi waktu Syekh Mahmud menjadi lebih maksimal.
“Kami tidak sambutan berlama-lama, karena waktu sangat sempit dan waktu beliau sangatlah berharga, kami sangat senang bisa menyambut Syekh Ahmed di pondok ini. Saya pertama kali melihat seseorang yang benar-benar tertulis didalam kitab. Beliau bagaikan kitab berjalan dan sangat luas ilmunya.” Ujar Gus Anam ketika sambutan.
Ulama berdomisili di Inggris tersebut membawakan materi bertema Sastra Arab di Antara Estetika dan Penyucian Jiwa: Puisi dalam Khidmat Ilmu dan Dakwah. Beliau memaparkan hubungan erat antara keindahan syi’ir dengan. Materi ini dinilai sangat relevan dengan keilmuan yang dipelajari para santri Andalusia.
Dalam pemaparannya, Syekh Ahmed menjelaskan kedudukan syair sebagai bentuk karya sastra tertinggi. Bahasa Arab terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu prosa (nasr) dan karya bait bernada (Syi’ir). Beliau menegaskan bahwa syi’ir Arab memiliki keunggulan khusus karena sangat mudah dihafalkan.
Selain indah, syi’ir Arab memiliki pengaruh besar dalam mengolah informasi dalam penyampaiannya. Syi’ir Arab mampu mengubah hal buruk menjadi baik maupun sebaliknya dalam kehidupan. Kekuatan bait syair bahkan bisa mengangkat derajat seseorang menjadi sangat tinggi.
Pada kesempatan tersebut, pendiri Ihsan Institute itu juga membagikan kitab karya pribadinya. Kitab Manzūmah fi Muhimmāt Talab al-‘Ilm yang mempunyai arti Jalan Petunjuk Ilmu bagi Setiap Penuntut Ilmu Pemula.
Kitab ini memuat 47 bait yang membahas tata cara penuntut ilmu yang benar. Karya tersebut disusun menggunakan bahr raml yang memiliki ritme sangat seimbang. Irama ritmis yang seimbang membuat kitab nazom ini sangat gampang untuk dipelajari dan dihafal.
Sebagai penutup, Syekh Ahmed memimpin sendiri pembacaan kitab Manzūmah fi Muhimmāt Talab al-‘Ilm, dan mengijazahkannya kepada seluruh peserta.







