Kebasen — Seluruh anggota Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Ma’had Aly Andalusia Masa Khidmat 2026/2027 menghadiri kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bersama tiga narasumber utama, yaitu Muhammad Rifa’ul Fikri (Ketua DEMA 2024–2025), Khazmi Manatul Akhyar (Ketua DEMA 2025–2026), dan Bapak Rujito, M.Sos. (@djitonu). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB di Auditorium Lantai 3 Ma’had Aly Andalusia sebagai forum pembekalan awal untuk memperkuat tata kelola organisasi dan prinsip kepemimpinan para pengurus.
Acara dibuka oleh Kukuh Ermawanto dari Divisi Kominfo yang bertindak sebagai pembawa acara. Usai pembukaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dari pimpinan DEMA dan para narasumber. Ketua DEMA sekaligus Presiden Ma’had Aly Masa Khidmat 2026/2027, Rafif Erol Zain, menyampaikan sambutan pertama mengenai landasan diadakannya acara ini.
”Diadakannya LDK ini untuk batu pijakan kita sebagai anggota DEMA baru di Ma’had Aly Andalusia, dengan mengundang ketua-ketua DEMA sebelumnya beserta Pak Djito diharapkan kita semua mendapatkan output nyata dari apa yang mereka sampaikan meliputi keorganisasian dan kepemimpinan,” ujarnya.
Sambutan kedua disampaikan oleh Koordinator Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) DEMA, Ahmad Mahbub Atthoilah. Mahbub menyampaikan terima kasih kepada pembawa acara, narasumber, serta peserta. Sebagai program kerja pertama Kemenlu Kabinet Abreza, ia menegaskan pentingnya keteraturan struktur organisasi.
”الحق بلا نظام يغلبه الباطل بنظام — Kebenaran yang tidak tersusun akan kalah oleh kebatilan yang tersusun,” ucap mahbub.
Sesi berikutnya diisi oleh narasumber pertama yang juga demisioner Ketua DEMA Periode 2024–2025, Muhammad Rifa’ul Fikri. Rifa’ul menceritakan bahwa pada masa jabatannya belum ada tradisi LDK dan forum ini baru diinisiasi pada era Khazmi (2025–2026). Ia menggarisbawahi bahwa DEMA adalah tempat belajar dan pengabdian (khidmah) yang membutuhkan kekompakan.
”DEMA adalah wadah untuk pengabdian dan belajar,” ungkap Rifa’ul. Ia juga menambahkan, “Organisasi yang kuat adalah organisasi yang bisa menyelesaikan masalah.”
Pematerian dilanjutkan oleh narasumber kedua, demisioner Ketua DEMA Periode 2025–2026, Khazmi Manatul Akhyar, yang saat ini berada di Sanah 4. Khazmi mengawali sesi dengan dialog interaktif mengenai makna masuk DEMA yang ditanggapi oleh anggota DEMA, Yusuf Azhari. Khazmi mengingatkan agar pengurus tidak terburu-buru membuat program kerja sebelum memahami tujuan, latar belakang, dan kesadaran bergerak.
”Perlihatkanlah yang tidak terlihat, dan jangan perlihatkan yang memang tidak ada,” pesannya. Ia menegaskan kembali, “Cukup yang kita bisa lakukan maka lakukan, kalau belum bisa maka jangan dipaksakan.”
Sebagai narasumber utama, Bapak Rujito, M.Sos. (@djitonu), menyampaikan materi bertajuk “Melangkah dengan Adab, Memimpin dengan Hikmah”. Beliau mengingatkan hakikat kepemimpinan dengan berpesan, “Kita memimpin juga pelayan,” serta menguraikan tiga pilar Ki Hajar Dewantara yaitu Ingarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Pemaparannya mengajak peserta meneladani pendiri Ma’had Aly Andalusia Kebasen, KH. Zuhrul Anam Hisyam, yang mengedepankan adab, kesantunan, dan kelembutan hati.
Seluruh rangkaian LDK Kabinet Abreza ini ditutup dengan penegasan nilai tanggung jawab kepemimpinan melalui pesan “Kullukum Ro’in, Wa Kullukum Mas’ulun ‘an Ro’iyyatih”. Forum ini menjadi pijakan awal bagi seluruh pengurus DEMA Masa Khidmat 2026/2027 dalam menjalankan roda organisasi ke depan.
GALERI









