Banyumas – Suasana Auditorium Ma’had Aly Andalusia terasa begitu khidmat sekaligus membakar semangat para peserta yang hadir dalam agenda Bedah Kitab Al-Arba’in Al-Qur’aniyyah. Acara ini menghadirkan narasumber utama Ustadz Ishom Abdussalam yang membedah secara mendalam karya tulisnya mengenai panduan peradaban. Kehadiran beliau memberikan pemahaman strategis tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat dijadikan pijakan utama bagi generasi muda Indonesia.
Dalam pemaparannya, Ustadz Ishom Abdussalam menjelaskan secara rinci gagasan besar mengenai 10 mindset Qur’ani untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Beliau menekankan bahwa arah pembangunan bangsa tidak boleh hanya bergantung pada kecerdasan intelektual dan material semata, melainkan harus ditopang oleh kekuatan karakter yang berlandaskan wahyu. Pemikiran ini menjadiangin segar di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Sepuluh pola pikir yang dibedah dalam kitab tersebut mencakup nilai pembelajar, moderasi, harga diri atau kemuliaan, produktivitas, serta cita-cita yang tinggi. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya keberanian, kepedulian terhadap lingkungan, semangat berkontribusi, profesionalisme atau kebaikan, serta budaya kolaborasi. Seluruh poin tersebut dirangkai secara rinci menggunakan dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis.
Sosok Ustadz Ishom Abdussalam sendiri mencuri perhatian audiens berkat rekam jejak pendidikan dan kiprahnya yang luas. Beliau merupakan ulama muda kelahiran Jepara, 18 Februari 1988, yang menimba ilmu di berbagai pesantren ternama seperti Lasem, Tuban, Malang, hingga Bandung. Saat ini, beliau aktif memimpin dan membina berbagai lembaga, di antaranya Majelis Peradaban, Yayasan Republik Cahaya Foundation, serta Pondok Madinatun-Nur Purwokerto.
Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta yang memenuhi ruangan auditorium sepanjang acara berlangsung. Audiens menilai pemaparan Ustadz Ishom sangat inspiratif dan visioner karena mampu menjembatani teks-teks keagamaan klasik dengan realitas geopolitik modern. Penyampaian beliau yang lugas membuat gagasan Indonesia Emas 2045 terasa konkret dan dapat diraih melalui kerja keras bersama.
Selain itu, para peserta juga menyampaikan bahwa konsep yang ditawarkan dalam buku ini sangat relevan dengan kebutuhan pemuda masa kini. Konsep 10 mindset Qur’ani dinilai bukan sekadar wacana teoritis di atas kertas, melainkan panduan praktis yang sanggup membangkitkan optimisme serta mengikis rasa pesimisme generasi muda dalam menghadapi masa depan.
Di akhir sesi, audiens menitipkan pesan mendalam agar gerakan literasi dan bedah kitab seperti ini tidak berhenti hanya di ruang auditorium kampus atau pesantren saja. Mereka berharap pemikiran-pemikiran strategis ini dapat disebarluaskan secara masif ke berbagai sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas pemuda di seluruh penjuru Nusantara.
Melalui penutupan yang hangat, bedah buku ini berhasil menanamkan kesadaran baru bagi seluruh peserta yang hadir. Diharapkan generasi muda muslim Indonesia dapat menginternalisasi nilai-nilai keberanian, kelestarian lingkungan, dan kolaborasi agar benar-benar siap menjadi pemimpin bangsa yang berintegritas menuju puncak kejayaan Indonesia Emas 2045.
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id dan kompaswalimah.com. Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.